Bagaimana jika kisah cinta yang tampak sempurna di depan publik sebenarnya diselimuti rahasia, ambisi, dan luka masa lalu? Pertanyaan itulah yang menjadi inti dari drama terbaru asal Tiongkok, Love’s Ambition.
Drama ini hadir dalam 32 episode berdurasi sekitar 35 menit per episode, disutradarai oleh Chen Chang, sosok yang sebelumnya sukses menggarap beberapa drama populer seperti As Beautiful as You, Mr. Delicious Miss Match, dan Nothing but You. Dengan kombinasi genre drama, romansa, dan keluarga, Love’s Ambition menjanjikan kisah yang dekat dengan realita kehidupan, penuh emosi, serta sarat makna tentang cinta dan pengorbanan.
Love’s Ambition dibintangi oleh dua aktor papan atas Tiongkok. Aktris populer Zhao Lu Si dipercaya memerankan karakter utama Xu Yan, seorang pembawa acara televisi karismatik yang tampak sempurna di luar, namun menyimpan banyak luka batin di balik senyum profesionalnya. Lawan mainnya, William Chan, berperan sebagai Shen Hao Ming, seorang pengusaha muda dari keluarga konglomerat yang perfeksionis, dingin, dan penuh tekanan hidup dari tanggung jawab besar yang ia emban.
Selain dua pemeran utama tersebut, drama ini juga diperkuat oleh Tang Xiao Tian, Guan Zi Jing, dan Wan Peng, yang berperan sebagai Qiao Lin — sahabat sekaligus sosok penyeimbang dalam kehidupan Xu Yan. Kehadiran mereka dipastikan menambah warna dalam dinamika cerita yang penuh konflik emosional.
Melansir MyDramaList, Love’s Ambition berkisah tentang Xu Yan, seorang perempuan ambisius yang meniti karier dari bawah. Ia berasal dari kota kecil dan berjuang keras hingga akhirnya sukses menjadi presenter televisi ternama. Keberhasilan itu tidak datang begitu saja — Xu Yan membentuk citra dirinya dengan penuh perhitungan: percaya diri, elegan, dan tampak sempurna di mata publik.
Namun, di balik semua pencapaian dan senyuman yang terpampang di layar kaca, Xu Yan menyimpan kisah kelam yang jarang diketahui orang. Luka masa lalu membuatnya terus berusaha mengontrol segalanya — termasuk cinta.
Hidupnya tampak semakin sempurna ketika ia menikah dengan Shen Hao Ming, pria yang berasal dari keluarga terpandang dan memiliki reputasi gemilang di dunia bisnis. Di mata publik, mereka adalah pasangan ideal: cantik, sukses, dan berpengaruh. Tapi di balik pintu rumah mewah mereka, kenyataannya jauh berbeda.
Perbedaan latar belakang dan pandangan hidup membuat hubungan mereka sering dilanda pertengkaran. Hao Ming yang perfeksionis dan dominan kerap mengontrol kehidupan Xu Yan, sementara Xu Yan merasa semakin kehilangan dirinya sendiri.
Ketegangan memuncak ketika Xu Yan menyadari bahwa cinta tidak lagi membuatnya bahagia. Ia memutuskan untuk berpisah, langkah yang menjadi titik balik dalam hidupnya. Keputusan itu membuka babak baru bagi keduanya — Xu Yan mulai menemukan kembali arti kebebasan dan jati diri, sementara Hao Ming justru sadar bahwa ia telah kehilangan seseorang yang sangat berharga.
Dari sinilah perjalanan emosional mereka dimulai. Hao Ming berusaha keras merebut kembali hati Xu Yan, sementara Xu Yan harus berhadapan dengan dilema terbesar dalam hidupnya: apakah ia akan tetap mengejar ambisinya atau memberi kesempatan kedua bagi cinta yang pernah ia tinggalkan?
Love’s Ambition bukan sekadar kisah romansa antara dua orang yang saling mencintai namun terluka. Drama ini juga menggali tema ambisi, kesetaraan, dan pencarian jati diri, terutama bagi perempuan modern yang sering kali harus memilih antara karier dan cinta.
Xu Yan digambarkan sebagai sosok kuat yang rela berjuang melawan ekspektasi sosial dan tekanan emosional demi mempertahankan dirinya. Sementara itu, Shen Hao Ming menjadi simbol dari seseorang yang terlalu tenggelam dalam ambisi hingga lupa bahwa cinta sejati tidak bisa dikendalikan seperti bisnis.
Konflik semakin kompleks ketika rahasia keluarga besar Shen Hao Ming terungkap. Persaingan bisnis, manipulasi media, hingga pengkhianatan dari orang terdekat ikut memperkeruh situasi. Dalam perjalanan itu, baik Xu Yan maupun Hao Ming dipaksa untuk membuka sisi paling rapuh dalam diri mereka — sisi yang selama ini mereka tutupi dengan kesuksesan dan gengsi.
Drama ini kemudian berkembang menjadi pertarungan antara cinta dan ambisi, dua hal yang sering kali bertolak belakang namun sama-sama kuat. Dalam prosesnya, mereka belajar bahwa cinta sejati bukan tentang memiliki, melainkan tentang memahami dan menerima kekurangan satu sama lain.
Menariknya, Love’s Ambition diadaptasi dari novel laris berjudul Da Qiao Xiao Qiao karya Zhang Yue Ran. Novel tersebut dikenal karena gaya penulisannya yang realistis dan emosional, menggambarkan lika-liku hubungan modern dengan kedalaman psikologis yang kuat.
Para penggemar novel aslinya menaruh ekspektasi tinggi terhadap adaptasi ini. Mereka berharap drama versi layar kaca mampu menangkap esensi cerita — bukan sekadar romansa glamor, tetapi juga pergulatan batin dua manusia yang terjebak antara cinta dan cita-cita.
Dengan sentuhan khas Chen Chang yang dikenal piawai menggarap adegan-adegan emosional dan visual yang elegan, Love’s Ambition diprediksi akan menjadi salah satu drama Tiongkok paling ditunggu di tahun 2025.
Selain kisah romantis yang intens, Love’s Ambition juga menyoroti tekanan sosial yang sering dialami pasangan sukses di era modern. Tema tentang citra publik, media, dan hubungan toksik di tengah ambisi pribadi menjadikannya terasa sangat relevan dengan kehidupan masa kini.
Drama ini menghadirkan pesan bahwa tidak semua hal yang tampak sempurna di luar sana benar-benar bahagia di dalamnya. Cinta dan ambisi sering kali bertabrakan, dan setiap orang harus memilih mana yang benar-benar membuatnya utuh sebagai manusia.



